Selasa, 10 Maret 2009

Kekuatan Itu Ada Pada Ku

Aku bersyukur Karena masih diberikan kekuatan sampai hari ini.
Masih diberikan kesempatan untuk Posting yang kesembilan kali di Blog ini.
Terima Kasih Tuhan...Karena kekuatan itu masih ada pada ku.
Sehingga aku tetap bisa meneruskah langkah ku untuk kembali berjuang.
Buat semua teman - teman aku, makasih banget atas semua dukungannya.
Buat temen - temen di blogspot Juga, Makasih banget untuk semangatnya.
Untuk sahabat ku...
Sudah banyak hal yang kita lalui bersama.
Kamu sudah mengenal aku.
Begitu pula sebaliknya.
Dan kamu juga telah menemani aku berjuang.
Jadi tak sepantasnyalah kalau satu masalah kecil dan satu miss comunication akan menghancurkan persahabatan kita.
Terima kasih kamu telah memaafkan aku dan kembali menemani perjalananku.
Di posting ku kali ini....
Aku minta pendapat temen - temen blogspot khususnya.
Bagaimana kita bisa mengendalikan emosi, menahan amarah, tetap tenang sehingga tidak mengambil keputusan yang salah.
Masukan dari kalian sangat saya harapkan.
Sekedar sharing saja.
Mungkin masukan dari teman - teman juga bisa membantu orang lain yang mengalami hal ini.
Ketika satu per satu masalah datang bersamaan, Mungkin sangat sulit untuk mengendalikan emosi. Nah...buat temen - temen yang punya pendapat. Please di share ya.

3 Comments:

  1. Rojo Warok said...
    ini jawaban globalku ya:

    hidup adalah masalah.. dan masalah itu hidup..
    selama kita hidup maka akan ada terus masalah walaupun kita berusaha hidup aman, nyaman, tidak mengusik orang, sopan, baik-hati dll sbg nya..

    kenapa hidup adalah masalah?
    karena kita hidup tidak sendiri di dunia. manusia adalah makhluk sosial.. hidup bersama dengan beratus-ratus, beribu-ribu, berjuta-juta kharakter yang berbeda.. keburukan,kecemburuan sosial, iri dan dengki akan selalu ada..

    pasti akan terjadi friksi dan ke tidak sesuaian.. dan hal2 itulah yang memicu hal2 tersebut..

    dapat menahan emosi dan amarah, tenang menghadapi masalah dan benar mengambil keputusan akan terbentuk dengan sendirinya berdasarkan pengalaman hidup.. tapi bisa dilatih kok.. dan tentunya belajar juga dari pengalaman orang lain..

    berfikiran jernih, hati yang bersih dan selalu ingat Tuhan YME pasti deh bisa melawan emos dan amarah tersebut.
    Rojo Warok said...
    jawaban untuk persahabatmu bila terjadi maslah.. cobalah tempatkan dirimu menjadi dirinya.. rasakan apa yang dirasakannya.. demikian juga sebaliknya.. rasa saling melindungi dan mengasihi pasti akan membuat semua emosi, amarah dan salah mengambil keputusan tak akan terjadi..

    "persahabatan bagai kepompong.. merubah ulat menjadi kupu-kupu.."

    persahabat juga mengalami metamorfosa.. masing2 individu akan berubah seiring dengan berjalannya waktu..

    tapi sahabat sejati tak akan dipengaruhi faktor eksternal.. persahabatan adalah kedekatan emosi, perasaan, kesetia-kawanan, penderitaan dan kegembiraan.. saling berbagi saat senang maupun susah..

    semoga putuwarok dapat tetap abadi dalam menjalin persahabatannya.. :)
    pardi said...
    buat saya, menahan emosi adalah penanganan yang tidak perlu rencana dan stategi.

    Tinggal memaknai apa yang terjadi sebenarnya, bila sekiranya itu positif, tentu tak usah emosi dan amarah. Biasanya orang yang mempunyai emosi besar dan luar biasa, mempunyai imajinasi kuat dalam segala hal. Tentu itu sangat baik untuk meredam Emosi dikala negatif.

    Bayangkanlah, apa yang akan anda raih dan gapai di kehidupan kelak....

    Emosi dan amarah suatu hal yang wajar, tinggal bagaimana menanggapinya.

    salam,
    pardi

Post a Comment