Senin, 20 April 2009

Malam ini, aku kembali memutar video Revolution.wmv
Sebuah video yang cukup membuat perasaan teringat akan sesuatu yang pernah indah dalam lamunan.

Diiringi intrument Song of Nature,

Ku coba berekspresi lewat kata-kata.

Mencari kedamaian dan kesejukan hati dalam malam yang semakin sepi dan dingin ini.
Nampak olehku, sepasang ciptaan Tuhan yang bahagia dalam bingkai kamera.

Kebahagian yang sempurna saat yang terindah melewatinya.
Tak kuasa olehku, titik air mata mengalir dari kedua mataku.

Bukan, bukan, karena saya cengeng atau mudah menangis. Sebuah curahan yang tertuang dalam durasi 14.05 menit,

sangat jelas olehku. Betapa dalam cintamu kepadanya. Engkau pun masih tetap menatap kearah dimana kau letakkan sebuah alat perekam itu. Kembali kulihat kau menangis dalam…….
Entah dalam sampai dimana….. tak tahu akan kisah itu berakhir atau berujung???
Sampai akhirnya sebuah notebook engkau tunjukkan kepada semua orang yang melihat video ini.
You’re my special one. Terdengar sebuah kalimat yang cukup berharga kepada orang tersayang.

Slide foto pun menghiasi desktop notebook itu. Endah Si Putu Warok………
Foto narsis disaat engkau masih bersamanya…..
Ya….. tulisan ku mengikuti irama lagu yang mengiringi video ini.
Kebersamaan yang dulu pernah indah, sudah tak lagi kurasakan.
Pelukan hangat dari yang tersayang pun lama tak menghangatkan malam dinginku.
Perhatian dan kasih sayang darinya tak lagi ku dapatkan dalam kesendirianku.
Kembali kau bercerita…..
Aku tak ingin mendengarkan suara sedih dan tangismu.
Ku putar kembali Song of Nature, kali ni berjudul Alone With You.

Sama-sama bermain guitar…… Music disini pun berirama dengan gerakan tanganmu…..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ntah apa yang kurasakan saat ini, perasaan sedih dan iba itu perlahan semakin berkurang.
Percaya akan masa depan lebih indah dan cemerlang membuatku demikian.
Bila tak kudapatkan engkau saat ini, mungkin suatu waktu perasaan itu akan kembali datang menemani setiap jejak langkah usaha bisnis mu kelak.
Aku masih mau menunggu dan mendulang kebahagiaan bersama dalam satu rasa asa.
Semakin engkau mengingatnya, semakin aku menunjukkan bahwa, sesuatu yang paling bahagia dalam hidup adalah melihat orang yang saya cinta dan sayangi bahagia, walaupun dia tidak di sisi.
Aku akan melakukannya untuk siapapun, ibarat sebuah perjalanan,
Kala itu, aku melewati sebuah jalan lebar dan lengang.
Lalu ku bertanya kepada mu….
hendak kemana engkau berpergian???
Apakah tujuan kita searah???
Engkau hanya diam tanpa bicara, sesaat hanya senyuman ringan keluar dari bibirmu…

Sekian waktu aku menunggu sambil beristirahat, berharap segelas minuman segar mengobati panasnya perjalanan ku.
Saat ini aku masih menunggu jawaban di atas???

Entah sampai kapan, pertanyaan itu akan selalu ku tanyakan kepadamu.
Mungkin saat aku sudah merasa lelah dan semua sudah terasa berat di dalam pikiran, dengan berat hati ku meninggalkanmu…..
Kenapa aku tidak memaksamu???
Kenapa aku tidak meyakinkanmu???

Aku tidak mungkin memaksa sesorang untuk bisa ikut berpergian dalam sebuah kotak yang kunaiki, apalagi seorang perempuan. Pasti akan berfikir, apakah itu akan membuatku cepat sampai ke tempat tujuan??? Atau semakin membuatku lelah dan capek??? Itu pasti pertanyaan yang ada dalam benakmu saat itu.
Aku tidak meyakinkanmu karena semua akan tercipta dalam perjalanan itu, bukan dari pertama berjumpa. Sebuah persembahan yang tak cukup menarik dari sebelumnya, dariku. Untuk seseorang yang tersayang…..



Kamarku, 21 April 2009 pukul 00.53 Wib

3 Comments:

  1. detEksi said...
    wah ini semacam surat pribadi ya...

    *maaf terlanjur baca*
    Diajeng said...
    Mbuh Iki. Aku yo Gak Faham.
    Paguyuban Warga Ponorogo said...
    lhadalah.....

Post a Comment