Senin, 29 Juni 2009

Disini aku hanya mengungkap apa yang aku lihat, apa yang aku dengar dan apa yang aku rasakan. Sebuah perjalanan yang membawa aku terdampar di Ibu kota yang sangat tidak nyaman bagiku. Namun aku harus tetap bertahan paling tidak sampai aku menyelesaikan study ku di salah satu kampus di jakarta ini. Kehidupan yang sama sekali tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Aku tinggal di sebuah kos kos an yang bisa di bilang free banget. Aku tinggal disitu karena kebetulan dekat dengan kantor dan tidak ada lagi kos yang kosong di sekitar sini. Sebenarnya aku merasa sangat tidak nyaman tinggal disini. Tapi mau bagaimana lagi. Disini aku tidak pernah keluar kamar kecuali untuk kerja dan kuliah. Bahkan tetangga - tetangga ku saja aku banyak yang tidak kenal. Benar - benar tidak ada rasa kekeluargaan sama sekali. Banyak aku lihat wanita yang kerja malam hari disini. Aku gak tahu mereka bekerja apa dan di mana.
Setiap malampun aku hanya bisa memperhatikan mereka yang keluar dari kos dengan penampilan yang sangat menarik kaum pria. Aku selalu tidur malam mungkin diatas jam 01.00. Sering kali ku dengar dari dinding kamar ku yang hanya terbuat dari papan desahan nafas dua insan yang memadu kasih dalam keheningan malam. Aku tidak tahu mereka suami istri atau bukan. Aku hanya melihat kebebasan pergaulannya. Maka dari itu aku benar - benar membatasi pergaulan ku di sini. Bahkan untuk bertemanpun bisa di bilang pilih - pilih. Aku memilih untuk tidak membaur dengan mereka. Meskipun sering kali ku dengar mereka menilai aku gadis aneh, sombong dan acuh.

Senin, 22 Juni 2009

Something Stupid

Sebuah perjalan hidup yang membawaku terjebak pada satu kesalahan Yaitu mencintaimu.
Aku tidak tahu, apa aku yang bodoh atau aku di butakan oleh perasaan cinta yang tak jelas.
Semua itu hanya menyita waktu ku, membuat ku tersiksa dan terluka.
Bodoh....
Sangat bodoh.
Bahkan aku rela melukai diriku hanya untuk mu.
Aku sayat tangan ku dan ku ukir nama mu.
Ini memang gila.

Semua orang berkata bahwa kamu bukan seseorang yang tepat dan pantas untuk ku.
Tapi aku tak pedulikan kata - kata mereka.
Aku benar - benar sudah di butakan oleh cinta.

Aku gak tahu berapa banyak wanita yang menjadi korban mu.
Aku akui kamu memang tampan.
Sangat tampan malah.
Ya cukup sulit untuk bisa mendapatkan cowok yang secara fisik lebih diatasmu.

Tapi sekarang sepertinya aku sudah bisa membuka mata hati ku.
Aku bersyukur sekali karena Tuhan telah membuka hati dan fikiranku kembali.
Setelah sekian lama aku terjebak dalam perasaan ini.

;;