Rabu, 07 Oktober 2009
Aku tidak tahu bagaimana ujung perjalanan kita nanti.
Perjalanan masih terasa begitu panjang.
Aku tidak tahu bagaimana perasaan kamu hari ini dan esok hari.
Apakah kamu masih setia menemani perjalalan hidupku.
Atau kamu akan meninggalkan ku di tengah - tengah perjalan ini.
Kadang aku merasa capek,kesel,jengkel....
Dengan mantan - mantan kamu yang terlihat masih mengharapkanmu.
Dengan teman - teman wanita yang terlalu dekat dengan mu.
Aku sendiri tidak tahu apakah aku bisa bertahan jika keadaannya selalu seperti ini.
Bagiku cinta itu seperti cermin.
Dan mencintai itu seperti bercermin.
Jika kita semakin mendekat...
Maka bayangan kita juga semakin dekat.
Tetapi sebaliknya...
Jika kita semakin menjauh...
Maka bayangan kita juga semakin jauh.
Begitu pula denganku.
Jika kamu semakin mendekatiku...
Maka akupun akan semakin dekat dengan mu.
Tetapi jika kamu semakin menjauhiku...
Maka aku juga akan semakin jauh dari mu.
Dan secara perlahan akan menghilang.
Sebisa mungkin aku mempertahankan cintaku.
Sebisa mungkin aku menjaga hubungan kita.
Tapi ingat...
Aku hanya menjaga dan mempertahankan.
Bukan berarti aku mengejarmu.
Bagaimanapun....
Yang aku inginkan adalah kebahagiaan lahir batin.
Dan berharap bisa bersamamu.
Dan berharap bisa bersamamu.
Rabu, 30 September 2009
Aku masih teringat jelas ketika kamu tanya
”Endah pingin rumah yang seperti apa?”
Apa kamu mengira kalau aku menyukai kemewahan?
Aku menyukai kebersamaan dan kebahagiaan dalam kesederhanaan.
Apa kamu mengira kalau aku menyukai kemewahan?
Aku menyukai kebersamaan dan kebahagiaan dalam kesederhanaan.
Bukan kemewahan.
Kalau kita Jodoh, Aku mau selalu berada disamping kamu.
Kalau kita Jodoh, Aku mau selalu berada disamping kamu.
Apapun dan bagaimanapun keadaannya.
Bukan hidup dalam kemewahan tapi tidak bisa tinggal Bersama.
Aku bisa hidup dalam kesederhanaan yang penting bisa selalu Bersama dan saling mengerti.
Lihatlah Keluarga ku….
Sebuah Keluarga yang sangat sederhana tapi kaya akan kebahagiaan.
Hidup tentram dan terlihat apa adanya.
Aku bangga dilahirkan dalam Keluarga yang sederhana seperti itu.
Karena aku menemukan kebahagiaan yang luar biasa didalamnya.
Dan dalam kesederhanaan itu aku jadi lebih mengerti apa arti hidup yang sesungguhnya.
Materi memang penting.
Tapi menurut ku…kebahagiaan bukan diukur dari materi yang di miliki.
Tapi dari ke ikhlasan hati serta rasa syukur kepadaNya yang telah mengatur segalanya.
Aku menyayangi kamu apa adanya.
Seperti aku menyangi setiap Langkah dalam perjalanan hidup ku.
Dan itu tanpa alasan.
Bukan karena apa yang kamu punya atau apa yang kamu Bisa.
Melainkan karena kamu adalah kamu Apa adanya.
Melalui Tulisan ini mungkin kamu bisa menilai.
Kita sejalan atau tidak.
Kita searah atau beda arah.
Dan bagaimanakah yang terbaik.
Aku bisa hidup dalam kesederhanaan yang penting bisa selalu Bersama dan saling mengerti.
Lihatlah Keluarga ku….
Sebuah Keluarga yang sangat sederhana tapi kaya akan kebahagiaan.
Hidup tentram dan terlihat apa adanya.
Aku bangga dilahirkan dalam Keluarga yang sederhana seperti itu.
Karena aku menemukan kebahagiaan yang luar biasa didalamnya.
Dan dalam kesederhanaan itu aku jadi lebih mengerti apa arti hidup yang sesungguhnya.
Materi memang penting.
Tapi menurut ku…kebahagiaan bukan diukur dari materi yang di miliki.
Tapi dari ke ikhlasan hati serta rasa syukur kepadaNya yang telah mengatur segalanya.
Aku menyayangi kamu apa adanya.
Seperti aku menyangi setiap Langkah dalam perjalanan hidup ku.
Dan itu tanpa alasan.
Bukan karena apa yang kamu punya atau apa yang kamu Bisa.
Melainkan karena kamu adalah kamu Apa adanya.
Melalui Tulisan ini mungkin kamu bisa menilai.
Kita sejalan atau tidak.
Kita searah atau beda arah.
Dan bagaimanakah yang terbaik.
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)





